![]() |
| Berhujan - hujan ria |
Saat memulai menulis postingan ini jam di dinding kamarku menunjukkan pukul 22.54 WIB. Baru saja pulang dari nengok saudara yg sakit. Seperti biasa setiap kali telat tidur, ªќひ jadi susah tidur alias insomnia atau bahasa keren nya "kancilen" hehe Dan tiba2 pengen memutar kembali rekaman kisah perjalanan sekejap saya di kota Bandung akhir bulan Desember 2012. Dibilang sekejap karena disana cm satu hari, padahal untuk pulang pergi memakan waktu 3 hari. Rasanya kurang puas karena waktunya hanya habis diperjalanan. Sebenarnya kota ini mempunyai kesan tersendiri di hati saya, karena dulu waktu kecil pernah punya impian sederhana yaitu,nanti kalo sudah dewasa ingin tinggal di Bandung, punya perkebunan bunga dan florist :) Hehe itu terinspirasi dari sinetron - sinetron yg menampilkan image Bandung itu identik dengan perkebunan, baik perkebunan teh, bunga, strowberi, sayuran dll Ahh meliat itu semua seperti memanjakan mata, dan berasa sejuknya. Tapi sayang sampai sekarang blm atau bahkan tidak akan mgkn tercapai. Tp msh ada kesempatan juga sih mimpi saya bisa terwujud, klo misal ada mojang Bandung yg berkenan mempersunting saya, hehehe ^^ngarep^^ Wah saya promosi gini pasti bakalan langsung dipelototin beberapa teman saya yg punya prinsip orang jawa tidak boleh menikah dengan orang sunda. Hihihi miane :) Tidak banyak tempat wisata yang saya kunjungi, hanya Tangkuban perahu dan Cibaduyut. Tangkuban perahu merupakan kawah pegunungan, kisahnya pasti sudah banyak yang tau. Aroma belerang sangat menyengat, dan dinginnya sesuatu. Karena hujan jadi kurang mengeksplore tempat2 ini. Emang tidak lengkap klo berwisata tanpa belanja, tujuan kedua adalah Cibaduyut yang terkenal dengan sepatu dan tas kulit. Sampai - sampai dijalan masuknya terdapat patung sepatu raksasa. Dan sekali lagi karena hujan jadi kurang menikmati hawa belanja. Jadi kesan saya setelah mengunjungi kota impian saya ini adalah 3 kata : hujan, macet, dingin. Dan itu merubah pikiran saya, menjadi tidak tertarik lagi tinggal disana. Dan saya juga kurang cocok tinggal di tempat yang dingin karena alergi dingin. Itulah secuil kisah perjalanan saya di kota Bandung, tp saya tidak jera, bila ada kesempatan lagi kesana pasti saya mau. Hehe :)

0 komentar:
Posting Komentar